Jumat, 25 April 2008

Here are several motions for English Debating Competition

THW allow the use of Python reticulatus as biopesticide.

THBT field-frog hunting for consumption should be banned.

THBT herpetofauna should be used as natural predator to eliminate pests.

THW ban the physical development that destroy herpetofauna habitat

THBT herpetofauna should not be kept as pets.

THBT Serpentes sub-orders are the most deadly herpetofauna.

THW allow snake’s body parts to be consumed and traded.

THBT herpetofauna cloning should be banned

THW ban the snake pet that is set up freely around the house.

THBT field-snake breeding should be stopped.

THW open turtle egg-laid beach for public and tourism.

THW allow people to collect preserved reptiles and amphibians.

THW permit reptiles and amphibians exported freely.

THBT turtle conservation is useless.

THBT snake’s poison is very useful in medical field.

THW legalize turtle-egg tradding.

THBT traditional customs that put turtle as traditional food or sacrificed item should be erased.

THBT tourism activity in Komodo Island should be stopped.

THBT selling herpetofauna souvenirs are permitted.

THBT Sweekee consumption give inadequate effect for our health.

THBT animal protection laws are futile for herpetofauna.


note: THW=this house would, THBT=this house believe that

Minggu, 20 April 2008

Sekilas tentang Kelompok Studi Herpetologi


Kelompok Studi Herpetologi (KSH)

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada


Herpetologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari herpetofauna, yaitu hewan sejenis Reptil dan Amfibi. Kelompok Studi Herpetologi (KSH) adalah sebuah organisasi di Fakultas Biologi UGM yang bergerak dalam pengembangan kajian ilmu Herpetologi di Indonesia. KSH tidaklah sama dengan klub pecinta reptil, atau perkumpulan pawang reptil. KSH tidak bertujuan menjadikan anggotanya menjadi seorang pawang ataupun penangkap reptil. KSH lebih terfokus pada keilmuan dan pengetahuan tentang reptil dan amfibi.

Kegiatan KSH dapat digolongkan dalam 3 kelompok, yaitu kajian mengenai segala aspek tentang herpetofauna, penelitian untuk menguak hal baru tentang reptil dan amfibi, serta melakukan konservasi demi kelangsungan hidup reptil dan amfibi. Perlu ditekankan lagi bahwa KSH adalah Kelompok Studi (satu – satunya di Indonesia), yang arah tujuannya adalah mencetak seorang peneliti, pemerhati, dan pakar/ ahli tentang reptil dan amfibi (disebut Herpetologist, contoh Herpetologist: Rob Bradl, Steve Irwin).

Untuk mengembangkan pengetahuan anggota KSH mengenai reptil dan amfibi, KSH rutin mengadakan pematerian untuk anggotanya. Pematerian di sini meliputi materi tentang herpetologi dan hewan – hewan yang menjadi objek kajiannya (ular, kadal, buaya, kura – kura, dan katak); materi tentang bagaimana cara melakukan penelitian; bagaimana cara mengambil sampel penelitian di alam; dan bagaimana mengangani (handling) spesimen hidup maupun awetan untuk tujuan studi. KSH juga rutin mengadakan diskusi mengenai isu terbaru atau yang dianggap penting tentang herpetologi. Di samping itu, diadakan pula kunjungan – kunjungan ke Balai Konservasi reptil atau amfibi, daerah penangkaran, habitat alami herpetofauna, serta tempat – tempat lain yang berkaitan dengan herpetologi dalam rangka penelitian, pengamatan untuk memperdalam ilmu, dan menjalin komunikasi dengan lembaga-lembaga tersebut.

Sebagai bentuk usaha untuk memasyarakatkan ilmu herpetologi, KSH sering diundang dan mengadakan pematerian di lembaga lain seperti Pecinta Alam, siswa SMA, SMP, SD, TK bahkan Playgroup dan masyarakat umum. Selain memberi materi, kami juga menyelipkan nilai – nilai konservasinya sejak dini. Anggota KSH juga sering diminta untuk menjadi pembicara dalam suatu seminar atau acara – acara lain yang berhubungan dengan herpetologi. Setiap tahun, KSH mengadakan kegiatan bertema herpetologi yang melibatkan masyarakat luar. Pada tahun 2006, diadakan Diskusi Panel untuk siswa SMA, tahun 2006 diadakan Lomba melukis dan mewarnai bagi siswa TK dan SD, dan tahun 2008 diadakan long march kampanye konservasi penyu Yogyakarta.

Di luar semua itu, kegiatan utama KSH dalam pengembangan ilmu adalah penelitian. KSH menginginkan anggotanya berperan serta dalam perkembangan Ilmu herpetologi di Indonesia. Saat ini perhatian masyarakat, terutama internasional, sedang mengarah pada objek kajian reptil dan amfibi; informasi pun menjadi cepat sekali berkembang. Penelitian KSH dilakukan di laboratorium, di kelas, maupun di alam. Sampel untuk penelitian dapat diambil dari mana saja, terutama di alam dan dengan melakukan survey pada beberapa tempat. Untuk penelitian, KSH tidak bergerak sendiri, melainkan berada di bawah bimbingan dosen yang berkompeten dalam bidangnya.

Oleh: Indyaswan Tegar S. (Ketua KSH periode 2007-2008)

Diedit oleh: Deera A. Pramana (S.22)

Penyelenggara Seminar Nasional II Herpetologi






Jumat, 18 April 2008

Lomba Poster Siswa

Tema lomba adalah ”Konservasi Penyu di Indonesia”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan herpetofauna, menumbuhkan kecintaan khalayak terhadap herpetofauna serta mengasah kreativitas generasi muda.

Sasaran lomba adalah siswa-siswi dari SMA/SMK/sederajat se-D.I Yogyakarta (umum) dengan biaya pendaftaran Rp 10.000,00/karya.

Teknis acara. Peserta mengirimkan hasil karyanya kepada panitia mulai dari tanggal 21 April 2008 hingga batas akhir pengumpulan pada saat technical meeting tanggal 15 Mei 2008.

Ketentuan yang berlaku pada lomba ini adalah peserta berhak mengunakan salah satu/lebih dari alat gambar yang diijinkan yaitu krayon/pastel/pensil warna/cat poster, dan digambar pada kertas berukuran A3 yang disediakan sendiri oleh peserta. Kriteria penilaiannya yaitu melihat :

1. Komposisi warna & bentuk

2. Kesesuaian dengan tema

3. Kekomunikatifan gambar

Penjurian akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2008. Juri:

1. Indyaswan Tegar (KSH)

2. Faiz (KSH)

Pemenang akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman lomba debat dan pidato pada tanggal 18 Mei 2008.

Hasil karya dari tiap peserta untuk selanjutnya akan menjadi hal milik panitia.

Contact Person Debat, Pidato, dan Poster

Contact Person yang dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai lomba debat dan pidato bahasa Inggris, serta lomba poster:

Kukuh 085291075538
Itonk 08564363606

Lomba Pidato Bahasa Inggris

Lomba ini ditujukan bagi siswa/siswi SMA/SMK/sederajat se-DI Yogyakarta.

Setiap sekolah hanya berhak mengirimkan satu orang perwakilan.

Tema pidato ditentukan sebagai berikut :
1. Hubungan timbal balik lingkungan dengan herpetofauna
2. Konservasi herpetofauna di Indonesia
3. Keanekaragaman herpetofauna di Indonesia

Peserta memilih satu dari tiga tema di atas, dan menuntukan judul bebas yang berhubungan dengan tema.

Peserta mengumpulkan naskah pidato rangkap 3 (tiga) pada saat technical meeting. Naskah diketik pada kertas A4 dengan font Times New Roman 12, spasi 1,5, margin 4-4-3-3.

Peserta diberi kesempatan menyampaikan pidatonya selama 10 menit.

Kriterian Penilaian:
1. Kesesuaian isi dengan tema
2. Ketepatan/ pemanfaatan waktu
3. Cara penyampaian
4. Kejelasan pengucapan
5. Keruntutan pidato (struktur: pembuka-isi-penutup)

Technical meeting akan diadakan pada tanggal 15 Mei 2008, di Ruang Kuliah 4 Fakkultas Biologi UGM. Pada saat technical meeting juga akan dijelaskan peraturan lomba dan pengambilan nomor urut peserta.

Lomba Pidato Bahasa Inggris akan dilaksanakan di Fakultas Biologi UGM pada tanggal 17 Mei 2008.
Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dilaksanakan tanggal 18 Mei 2008.

Hadiah bagi pemenang:
1. Sertifikat
2. Trofi Gubernur (Juara I), Trofi Rektor UGM (Juara II), dan Trofi Dekan Fakultas Biologi UGM (Juara III)
3. Uang Pembinaan


Peserta mendaftarkan diri dengan mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkannya kepada
Panitia HUT KSH
di Sekretariat Kelompok Studi Herpetologi (KSH)
Fakultas Biologi UGM
Jl. Teknika Selatan
Sekip Utara, Yogyakarta

Biaya: Rp. 15.ooo/ orang

Kamis, 17 April 2008

Lomba Debat Bahasa Inggris

Peserta lomba adalah siswa SMA/SMK/MA/sederajat. Setiap Sekolah hanya berhak mengirimkan 1 (satu) tim untuk lomba Debat bahasa Inggris dan 1 (satu) orang untuk lomba Pidato Bahasa Inggris.
Satu tim debat terdiri atas 3 orang. Panitia membatasi lomba ini untuk 20 tim debat saja. Lomba akan menggunakan sistem Australasian Parliament. Pembicara pertama, kedua, dan ketiga dari setiap tim mendapat kesempatan berbicara selama 7 menit. Reply speech untuk setiap tim diberi waktu 2 menit. Alur debat adalah sebagai berikut:
1st Affirmative (Aff) > 1st Negative (Neg) > 2nd Aff > 2nd Neg > 3rd Aff > 3rd Neg > Reply Neg > Reply Aff


§KRONOLOGI DEBAT
§
Affirmative Team (Positive Team)

1ST
define the motion
§ give background
§ determine theme line
§ reason why agree/ disagree with the motion
§explain the team's split
§ explain the team's argument

§2ND
give rebuttal to 1st speaker from
(-) team
§ explain the argument

§3RD
give rebuttal to 2nd speaker from
(-) team
§explain argument (and summary arguments from 1st, 2nd speaker)
Give summary
§

§Opposition Team (Negative Team)
§
1ST

Accept definition
rebut the 1st speaker from (+) team
§ § determine theme line
§ explain the team split
§explain the speaker argument
§
2ND

give rebuttal to 2nd speaker from
(+) team
§ explain the argument
§
3RD

give rebuttal to 3rd speaker from
(+) team
§ explain argument (and summary arguments from 1st, 2nd speaker)
§ Give summary
§

REPLY SPEECH
give summary of the debate argument from their position
§compare the arguments from both teams (to show wich one is better)
in this speech, avoid rebuttal



Mosi debat berkisar tentang dunia herpetofauna, akan kami publikasikan kemudian.

Juri berasal dari kalangan mahasiswa dan dosen. Kami akan menyeimbangkan antara juri yang lebih berpengalaman dalam dunia herpetofauna dengan juri yang lebih kapabel dalam debat bahasa Inggris.


Pendaftaran peserta debat dilakukan dengan mengisi formulir di Sekretariat Kelompok Studi Herpetologi, Fakultas Biologi UGM, Jl. Teknika Selatan Sekip Utara, Yogyakarta.
Batas akhir Pendaftaran Tim Debat Bahasa Inggris dan waktu Technical Meeting akan diposting kemudian.